Barata XXXII Dibuka Langsung Oleh Ka Kwarcab Sleman - Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman

Info Kita

Post Top Ad

Thursday, December 28, 2017

Barata XXXII Dibuka Langsung Oleh Ka Kwarcab Sleman

Pemukulan Gong oleh Kak Arif Haryono, S.H., Kamis (28/12), pertanda kegiatan Barata XXXII resmi dibuka.

Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sleman c.q. Dewan Kerja Cabang (DKC) Sleman selenggarakan kegiatan Pengembaraan Akhir Tahun (BARATA) XXXII. Kamis (28/12) telah berlangsung upacara pembukaan Barata XXXII Kwarcab Sleman dengan Rute Jelajah Potensi Wisata Agraria Sleman dibuka langsung oleh Ketua Kwarcab Sleman Kak Arif Haryono, S.H. di dampingi seluruh OPD se-Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan dan untuk tahun 2017 akan dilaksanakan selama 5 hari pada tanggal 28 Desember 2017-1 Januari 2018 yang diikuti oleh 634 orang Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega se-Kwartir Cabang Sleman.

Kegiatan perjalanan dan berbagai giat prestasi untuk mengenal berbagai potensi yang berada di Kabupaten Sleman, Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi tersebut, peserta mendapatkan penghargaan dan piala kejuaraan.

Menurut Kak Imron Ketua Sangga Kerja BARATA 32 menjelaskan ada yang berbeda di tahun baru 2018 karena berisi hiburan bersama masyarakat. Di antaranya, pembunyian terompet, penyalaan kembang api dan pembunyian otok-otok permainan khas desa sebagai tanda pergantian tahun di Lapangan Denggung, 31 Desember 2017.

"73 piala akan diperebutkan dalam kegiatan BARATA kali ini. Setiap pangkalan pun mulai mempersiapkan diri untuk meraih poin tertinggi untuk mendapatkan tunggul dan piala juara umum," tegas Kak Imron.

Ketua Kwartir Cabang Sleman, Kak Arif Haryono, S.H. mengungkapkan apresiasinya dan setiap desa di Sleman memiliki potensi agraria untuk dikembangkan dan dioptimalkan. Namun masih kurang di minat sumber daya manusianya, cenderung menganggap petani adalah pekerjaan yang rendahan.

"Kabupaten Sleman memiliki potensi agrarian yang melimpah dari tanaman pangan, hutan, hortikultura yang tersebar di seluruh kecamatan tetapi kenapa malu menjadi seorang agrarian. kita hidup dari petani, kita makan dari petani, sebenarnya kita mampu untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi agrarian Sleman," tandasnya.(Press)

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad